PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (PW-KBB) Provinsi Kalimantan Tengah masa bakti 2025-2029 dilantik. Pelantikan berlangsung di Aula Bapperida Kalteng di Palangka Raya pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan. Proses pelantikan berjalan khidmat. Sejumlah instansi terkait hadir dalam kegiatan itu. Dalam pelantikan tersebut, Abdul Razak dipercaya sebagai ketua penasehat. Sedangkan pengurus harian, Ketua Umum, Istani P Yunus, Sekretaris Umum, Muhammad Noor dan Tubasar sebagai Bendahara Umum.
Istani mengatakan, pihaknya masih memiliki tanggung jawab meneruskan periode sebelumnya, 2020-2025. Yakni, masih ada pengurus daerah yang belum sempat dilantik, seperti di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Barito Utara dan Seruyan.
“Sedangkan yang belum sama sekali atau belum dilakukan pendekatan yakni di Gumas (Kabupaten Gunung Mas). Mudah-mudahan, periode ini kami bisa menyelesaikan,” ujarnya.
Dia mengingatkan kepada pengurus yang baru agar bersama-sama menjalankan garis besar program kerja. Ia juga meminta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk bersinergi melaksanakan pembangunan.
“Dalam menjalankan tugas ini, saya menerapkan panca tertib, tertib administrasi, tertib pengurus, tertib program, tertib internal dan tertib eksternal,” ujarnya.
“Saya yakin dan percaya, kalau semua ini berjalan dengan bagus, maka program berjalan dengan baik. Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah dan lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua IV KBB Pusat, Ari menyampaikan, KBB merupakan wadah silaturahmi dan kasih sayang warga Banjar di mana pun berada. Ia menyebut, diaspora Banjar tersebar di berbagai negara. Komunitas Banjar juga telah terbentuk di Belanda, Arab Saudi, Singapura, Malaysia hingga Taiwan.
Plt Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S Ampung Leonard berharap, KBB dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Kalteng yang maju dan sejahtera, sekaligus berperan aktif menjaga kebudayaan nasional serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. (*)














