Bupati Kapuas Tinjau Jalan Perbatasan Tamban Baru Timur, Siap Dilanjutkan Pengaspalan

KUALA KAPUAS,KALTENGKITA.COM – Bupati Kapuas HM Wiyatno bersama Wakil Bupati Dodo meninjau langsung kondisi jalan di Desa Tamban Baru Timur, Kecamatan Tamban Catur yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (7/3/2026).

 

Peninjauan tersebut dilakukan usai rombongan Pemerintah Kabupaten Kapuas melaksanakan Safari Ramadan di Kecamatan Kapuas Kuala. Turut hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah Kapuas Usis I Sangkai, sejumlah pejabat pemerintah daerah, serta Camat Tamban Catur Rustamaji.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wiyatno menyampaikan bahwa pembangunan jalan di wilayah tersebut telah berjalan secara bertahap. Saat ini pengaspalan telah dilakukan dari Anjir hingga Tamban Jaya dengan panjang hampir 10 kilometer dan kondisinya dinilai cukup baik.

 

Namun untuk ruas jalan menuju Tamban Baru Timur, pemerintah daerah masih menunggu tahapan lanjutan dalam program pembangunan infrastruktur.

 

“Pengaspalan yang sudah dilakukan saat ini baru sampai Tamban Jaya. Ke depan, ruas jalan menuju wilayah Tamban Baru Timur ini juga akan kita tangani,” ujar Wiyatno saat meninjau lokasi.

 

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memprogramkan perbaikan jalan hingga kawasan tersebut, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran dan waktu pengerjaan.

 

Bupati juga mengimbau masyarakat setempat untuk bersabar menunggu proses pembangunan jalan yang akan dilaksanakan secara bertahap oleh pemerintah daerah.

 

Pemerintah Kabupaten Kapuas menargetkan penanganan awal jalan di wilayah tersebut dapat dimulai pada tahun ini, kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan hingga kondisi jalan setara dengan ruas yang telah dibangun di wilayah Kalimantan Selatan.

 

“Semoga tahun ini mulai penanganan dan tahun depan bisa kita aspal seperti wilayah di Kalimantan Selatan,” katanya.

 

Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan tetap menjadi perhatian guna mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat. (Redk-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *