PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya menyiagakan puluhan personel untuk mengantisipasi potensi kedaruratan selama periode arus mudik dan libur Lebaran di wilayah Kalimantan Tengah.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel pembukaan Siaga SAR Khusus yang digelar di Kantor Basarnas Palangka Raya, Jumat (13/3/2026). Apel dipimpin langsung oleh Kepala Basarnas Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, S.Pd., dan diikuti seluruh personel.
Secara nasional, Siaga SAR Khusus Lebaran 2026/1447 H resmi dibuka oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafi’i dari Kantor Pusat Basarnas. Kegiatan tersebut diikuti seluruh jajaran Basarnas di Indonesia secara daring.
Siaga SAR Khusus ini dilaksanakan selama 18 hari, mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi keadaan darurat yang dapat terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa mudik dan libur Lebaran.
Beberapa potensi kedaruratan yang diantisipasi antara lain kemacetan di jalur transportasi, kecelakaan lalu lintas, serta insiden di kawasan wisata yang dipadati pengunjung. Selain itu, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian wilayah Indonesia masih berada dalam musim penghujan sehingga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Dalam sambutannya, Kepala Basarnas menegaskan bahwa Siaga SAR Khusus Lebaran merupakan agenda rutin tahunan yang harus terus ditingkatkan kualitas pelaksanaannya.
“Siaga SAR Khusus Lebaran merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Namun jangan sampai menjadi rutinitas yang monoton. Harus ada peningkatan kualitas dari tahun ke tahun dengan mengupayakan zero accident dalam pelaksanaannya,” ujarnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran Basarnas untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana guna mengantisipasi kecelakaan, bencana, maupun kondisi darurat selama masa angkutan Lebaran 2026.
Selain itu, Basarnas diminta menempatkan kapal dan alat utama (alut) di lokasi strategis, melakukan patroli di kawasan wisata dan pusat keramaian, memperbarui informasi cuaca secara berkala, serta memperkuat sinergi dengan potensi SAR dan instansi terkait.
Sementara itu, Kepala Basarnas Palangka Raya, AA. Ketut Alit Supartana, menyampaikan bahwa pihaknya menyiagakan sekitar 80 personel yang disebar di sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah.
Personel tersebut ditempatkan di Kantor SAR Palangka Raya, Pos SAR Sampit, dan Pos SAR Pangkalan Bun.
“Kami menyiagakan 80 personel dalam pelaksanaan Siaga SAR Khusus ini yang tersebar di beberapa wilayah Kalimantan Tengah,” kata Alit.
Selain personel, Basarnas juga menyiapkan berbagai peralatan dan armada pendukung operasi pencarian dan pertolongan, di antaranya KN SAR 305, Rescue Boat (RBB), Rigid Inflatable Boat (RIB), rescue truck, rescue car, rescue motor, serta berbagai peralatan pencarian lainnya yang ditempatkan di titik-titik strategis.
Di akhir arahannya, Alit mengingatkan seluruh personel agar tetap profesional dalam menjalankan tugas serta menjaga kondisi kesehatan selama pelaksanaan Siaga SAR Khusus.
“Dengan kesiapan ini, kami berharap pelaksanaan Siaga SAR Khusus Lebaran dapat berjalan optimal dan lancar,” pungkasnya. (*)












