PALANGKA RAYA,KALTENGKITA.COM – Masyarakat Kota Palangka Raya diminta untuk tidak lengah saat berbelanja kebutuhan rumah tangga pasca-libur Lebaran 1447 H. Imbauan ini disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, menyusul masih banyaknya stok barang yang beredar di pasaran.
Nenie menekankan bahwa ketelitian dalam mengecek tanggal kedaluwarsa (expired date) pada setiap produk makanan maupun minuman adalah langkah krusial untuk menghindari risiko kesehatan akibat mengonsumsi produk tidak layak.
Waspada Oknum Manfaatkan Sisa Stok Lebaran
Menurut politisi perempuan ini, lonjakan aktivitas jual beli selama momen Hari Besar Keagamaan acapkali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Mereka diduga sengaja mengedarkan produk yang sudah mendekati masa kedaluwarsa atau bahkan yang sudah melewati batas waktu konsumsi.
“Setelah Lebaran, umumnya masih banyak stok yang beredar. Karena itu, masyarakat harus cermat dan teliti memeriksa tanggal kedaluwarsa produk sebelum dibeli,” papar Nenie, Kamis (26/3/2026).
Ia menambahkan bahwa kesadaran konsumen adalah benteng utama dalam melindungi keluarga dari ancaman pangan berbahaya. “Kehati-hatian konsumen menjadi kunci utama untuk menjaga keamanan konsumsi rumah tangga,” imbuhnya.
DPRD Minta Instansi Terkait Gelar Sidak
Tak hanya mengimbau warga, Nenie juga meminta instansi terkait di Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memperketat pengawasan di lapangan. Ia mendorong adanya inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional hingga toko ritel modern.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan tidak ada oknum pedagang yang merugikan masyarakat dengan menjual barang rusak atau kedaluwarsa demi mengejar keuntungan semata.
“Kami meminta pengawasan diperketat. Pengawasan dari pemerintah sangat penting demi menjaga keamanan dan kenyamanan konsumen di Kota Cantik ini,” tegas Nenie.
Harapan untuk Keamanan Pangan
Dengan kolaborasi antara kewaspadaan masyarakat dan ketegasan pengawasan pemerintah, Nenie berharap peredaran produk tidak layak konsumsi dapat diminimalisir sekecil mungkin.
“Kita semua berharap dengan adanya sinergi ini, keamanan pangan di Palangka Raya tetap terjaga dan masyarakat terhindar dari kerugian materiil maupun dampak buruk kesehatan,” pungkasnya. (Redk-2)












