PALANGKA RAYA,KALTENG KITA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menilai peningkatan keterampilan masyarakat merupakan instrumen paling krusial dalam upaya menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, menyatakan bahwa pemberian bantuan sosial (bansos) memang penting sebagai jaring pengaman, namun tidak akan efektif jika tidak diiringi dengan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Vokasi Sebagai Langkah Strategis
Menurut Ridha, pendidikan dan pelatihan vokasi harus menjadi langkah prioritas pemerintah daerah. Hal ini bertujuan agar masyarakat memiliki keahlian spesifik yang dapat langsung diserap oleh dunia kerja maupun digunakan untuk merintis usaha mandiri.
“Bantuan sosial itu penting, tetapi harus disertai dengan peningkatan keterampilan agar masyarakat dapat mandiri dan tidak terus bergantung pada bantuan,” tegas Ridha, Senin (30/3/2026).
Peluang Kerja dan Wirausaha Baru
Ia menjelaskan, dengan membekali masyarakat keterampilan yang relevan, peluang untuk memperoleh pekerjaan dengan pendapatan yang layak akan terbuka lebar. Lebih jauh, peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru yang dapat memperkuat struktur ekonomi di Kota Cantik.
Karena itu, DPRD terus mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memperluas jangkauan program pelatihan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja saat ini.
Dampak Jangka Panjang untuk Kesejahteraan
Pendekatan berbasis keterampilan dinilai jauh lebih efektif karena dampaknya bersifat permanen, bukan sekadar penanggulangan kemiskinan yang bersifat sementara. Dengan kemandirian ekonomi, masyarakat diharapkan memiliki daya tahan yang lebih kuat terhadap fluktuasi ekonomi.
“Harapannya, masyarakat bisa bangkit, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih sejahtera melalui kemampuan yang mereka miliki sendiri,” pungkas Noorkhalis Ridha. (Redk-2)












