PALANGKA RAYA,KALTENGKITA.COM – Maraknya praktik investasi ilegal yang merugikan masyarakat membuat jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) gerah. Warga diingatkan untuk tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat yang tidak masuk akal.
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sengkon, menegaskan bahwa meski investasi adalah mesin pertumbuhan ekonomi masyarakat, tanpa kehati-hatian, instrumen ini justru bisa menjadi “lubang maut” bagi keuangan keluarga.
“Investasi memang penting, tetapi harus dilakukan secara bijak dan penuh pertimbangan. Jangan sampai masyarakat terjebak pada penawaran yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas,” tegas Sengkon, Sabtu (4/4/2026).
Ciri Investasi “Zonk”: Janji Untung Tinggi Tanpa Risiko
Menurut Sengkon, salah satu jebakan paling umum dalam investasi bodong adalah janji keuntungan tetap yang sangat tinggi tanpa risiko sedikit pun. Ia mengingatkan prinsip dasar ekonomi bahwa setiap investasi pasti memiliki profil risiko.
“Sangat tidak realistis jika ada pihak yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko. Prinsip kehati-hatian harus dikedepankan. Pastikan semua informasi telah diverifikasi sebelum mengambil keputusan,” ujarnya.
Langkah Aman Sebelum Berinvestasi
Agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan berkedok investasi, Sengkon membagikan tips penting bagi calon investor:
Cek Legalitas: Pastikan perusahaan memiliki izin operasional yang sah di Indonesia.
Pahami Mekanisme: Jangan menaruh uang pada bisnis yang cara kerjanya tidak Anda pahami.
Gunakan Layanan Resmi: Manfaatkan layanan informasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengecek daftar perusahaan investasi legal.
Pentingnya Literasi Keuangan
Sengkon menilai, benteng terkuat melawan penipuan adalah pengetahuan. Ia mendorong peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat Kalteng agar mampu membedakan mana peluang bisnis yang logis dan mana yang hanya tipu muslihat.
“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat akan lebih terlindungi dan mampu mengambil keputusan investasi yang tepat. Jangan terburu-buru, verifikasi adalah kunci,” pungkasnya. (Redk-2)












