Digitalisasi Pendidikan Kalteng Bukan Sekadar Tren, Wengga Febri: Ini Kebutuhan Mendesak untuk Cetak SDM Unggul

PALANGKA RAYA,KALTENGKITA.COM – Transformasi digital di sektor pendidikan kini menjadi sorotan utama jajaran DPRD Kalimantan Tengah. Langkah ini dinilai bukan lagi sekadar mengikuti tren, melainkan kebutuhan krusial untuk menjawab tantangan zaman sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Tambun Bungai.

 

Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Wengga Febri Dwi Tananda, menegaskan bahwa sistem pembelajaran saat ini harus lebih adaptif dan inovatif. Menurutnya, pemanfaatan teknologi mampu mengubah pola belajar yang kaku menjadi lebih dinamis dan mudah dipahami oleh siswa.

 

“Digitalisasi pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Dunia pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang sangat masif saat ini,” tegas Wengga, Selasa (7/4/2026).

 

Guru Harus “Melek” Teknologi

Wengga menyoroti bahwa kurikulum yang canggih tidak akan berjalan maksimal tanpa kesiapan tenaga pendidik. Ia mendorong pemerintah daerah untuk fokus memperkuat kapasitas para guru dalam menguasai perangkat digital.

 

“Kita perlu memperkuat kapasitas guru agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara optimal. Guru adalah ujung tombak yang akan menghadirkan metode pembelajaran inovatif di ruang kelas,” jelasnya.

 

Jembatan Akses untuk Wilayah Pelosok

Salah satu poin krusial yang diangkat adalah potensi teknologi dalam menghapus batasan geografis di Kalimantan Tengah. Dengan digitalisasi, siswa di daerah pelosok diharapkan bisa mendapatkan kualitas materi yang sama dengan siswa di kota besar.

 

Namun, Wengga memberikan catatan kritis terkait ketersediaan infrastruktur pendukung yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar di Kalteng.

 

“Dukungan teknologi bisa membuat pendidikan lebih merata. Namun, ini harus dibarengi dengan infrastruktur yang memadai, mulai dari jaringan internet yang stabil hingga perangkat pendukung bagi sekolah-sekolah di daerah,” tambahnya.

 

Kolaborasi Demi Pendidikan Inklusif

Menutup keterangannya, Wengga berharap ada sinergi yang kuat antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, tenaga pendidik, dan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk mewujudkan sistem pendidikan yang modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

 

“Kita ingin pendidikan di Kalteng tidak hanya modern secara fisik, tapi juga mampu mencetak generasi yang siap bertarung di level nasional maupun internasional,” pungkasnya. (Redk-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *