Jalan Nasional DAS Barito Rusak Parah, Sirajul Rahman: Keselamatan Warga Terancam, BPJN Harus Bertindak!

PALANGKA RAYA,KALTENGKITA.COM – Kondisi infrastruktur jalan nasional di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, Kalimantan Tengah, kini dalam status mengkhawatirkan. Kerusakan meluas yang terjadi di sejumlah ruas vital dilaporkan tidak hanya menghambat mobilitas logistik, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan para pengguna jalan.

 

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Sirajul Rahman, melayangkan desakan keras kepada pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN). Ia meminta agar penanganan jalan di wilayah tersebut dilakukan secara menyeluruh dan permanen, bukan sekadar perbaikan tambal sulam yang cepat rusak kembali.

 

“Kerusakan jalan sudah tergolong berat dan tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, hingga Murung Raya. Ini tidak bisa lagi ditangani secara parsial atau setengah-setengah,” tegas politisi PKS Kalteng tersebut, Senin (13/4/2026).

 

Titik Rawan Kecelakaan di Kilometer 52

Sorotan tajam diarahkan pada ruas Muara Teweh – Puruk Cahu. Berdasarkan laporan lapangan, di Kilometer 52 ditemukan kerusakan struktural yang sangat serius. Titik ini dinilai sebagai area dengan potensi kecelakaan lalu lintas yang tinggi jika tidak segera ditangani.

 

“Ini bukan sekadar soal kenyamanan berkendara, tapi sudah menyangkut nyawa manusia. Ruas ini adalah jalan negara yang strategis, namun badan jalannya menyempit dan rusak parah,” imbuhnya.

 

Jembatan Bitan dan Proyek yang Lamban

Selain aspal, kondisi jembatan di wilayah Bitan turut memprihatinkan. Penurunan kualitas struktur membuat jembatan ini kerap tergenang air saat hujan turun, yang menambah risiko bagi pengendara.

 

DPRD Kalteng juga mempertanyakan kepastian progres pembangunan ruas Sungai Hanyu – Puruk Cahu. Proyek konektivitas yang dinantikan masyarakat ini dinilai berjalan lamban tanpa kepastian target penyelesaian. Sirajul mengingatkan pemerintah agar proyek tersebut tidak berakhir mangkrak.

 

Prioritas Nasional di Tengah Efisiensi

Meski pemerintah saat ini tengah menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, Sirajul menegaskan bahwa infrastruktur di DAS Barito harus tetap menjadi prioritas utama. Hal ini dikarenakan jalur tersebut merupakan penopang utama ekonomi masyarakat di empat kabupaten di wilayah Barito.

 

“Pemerintah pusat harus memberi perhatian serius. Infrastruktur jalan ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Realisasinya tidak bisa ditunda lagi demi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (Redk-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *