Segera Deteksi Dini Agar Lansia Tak Cepat Pikun

KALTENGKITA.COM-Lansia harus tetap sehat dan berdaya di usia senja. Salah satu kondisi yang mengancam adalah alzheimer dan demensia. Sejumlah lansia mengalami pikun dan semakin tak produktif.

Dalam peringatan Hari Lanjut Usia Nasional 2022 (HLUN 2022), Alzheimer’s Indonesia (ALZI) mendorong ketersediaan layanan deteksi dini demensia yang andal di puskesmas, posyandu, rumah sakit, dan layanan kesehatan lainnya. Lewat #Gerakan1000LansiaMelawanPikun.

Direktur Eksekutif Yayasan Alzheimer Indonesia (ALZI) Michael Dirk Roelof Maitimoe, mendukung peningkatan kualitas hidup lansia dan Orang Dengan Demensia (ODD) di Indonesia.

“Agar lansia memiliki wadah untuk tetap aktif dan produktif dan memaksimalkan potensi yang dimiliki,” katanya secara virtual baru-baru ini.

Pentingnya Deteksi Dini

Pada perayaan puncak HLUN tahun ini, tim research ALZI (STRiDE) bekerja sama dengan SurveyMETER meluncurkan hasil studi berupa Elderly Report yang memaparkan demografi populasi lansia di Indonesia, masalah kesehatan yang mereka alami, serta rekomendasi program untuk mendukung kualitas hidup lansia dan ODD. Studi ini juga menyebutkan generasi sandwich yang merupakan generasi yang rentan terhadap gangguan produktivitas kerja, stabilitas keuangan serta kesehatan mental dan fisik.

Sebagai gambaran waktu yang dibutuhkan untuk merawat Orang dengan Demensia (ODD) sekitar 143.1 jam/bulan bagi caregiver yang sebagian besar masuk dalam kelompok usia produktif/generasi sandwich. Hal ini merupakan salah satu bukti besarnya dampak ekonomi terhadap kelompok usia produktif yang perlu dicari jalan keluarnya.

Neurolog dan Guru Besar FK UNIKA Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, SpS (K) mengatakan, populasi lansia tertinggi di Indonesi terdapat di tiga provinsi yaitu Jogjakarta, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Studi prevalensi kasus demensia Indonesia di Jogjakarta, Bali, Bogor, Jatinangor, Jakarta dan Medan menemukan lebih dari 20 persen lansia mengalami gangguan memori yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Kondisi yang dialami oleh lansia ini tidak boleh diterima dengan pasrah,” katanya.

Menurutnya deteksi dini dapat membantu keluarga menghindari beban psikologis dan finansial yang lebih berat. Keluarga termasuk generasi muda harus aktif menciptakan lansia yang sehat dan mandiri dengan menciptakan support system yang ideal bagi lansia.

Baca juga:

Amanda Fedora Rilis Lagu ‘Wanderer’ untuk Penderita Alzheimer

Menurut Badan Pusat Statistik, penduduk lansia Indonesia diperkirakan akan mencapai hampir seperlima dari seluruh penduduk pada 2045. Persentasenya mencapai 19,9 persen.

“Jumlah lansia semakin banyak di seluruh daerah. Karena itu, program daerah ramah lansia harus dijalankan dengan sepenuh hati,” katanya. (Redk-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *