MUARA TEWEH, KALTENGKITA.COM – DPRD Kabupaten Barito Utara menerima kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, untuk berdiskusi terkait dampak pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat. Rombongan DPRD HSU disambut Plt Sekretaris DPRD Barito Utara, Sudiono, bersama Irda dari Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan Sekretariat DPRD.
Sudiono menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, komunikasi antar lembaga legislatif sangat penting untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan penganggaran daerah.
“Kunjungan ini sangat positif untuk saling bertukar informasi dan pandangan, terutama dalam menyikapi pemotongan dana transfer dari pusat. Semoga melalui dialog ini kita dapat menemukan strategi bersama agar program pembangunan tetap berjalan optimal,” ungkapnya.
Irda menambahkan bahwa kunjungan kerja ini diharapkan tidak hanya fokus pada masalah fiskal, tetapi juga membuka peluang kerja sama lintas sektor di masa mendatang.
“Kami berharap diskusi ini tidak berhenti pada isu anggaran saja, tetapi menjadi awal kerja sama yang lebih luas antar daerah,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif yang membahas strategi penganggaran, pengawasan, serta potensi sinergi program lintas wilayah antara Barito Utara dan HSU.
Anggota Komisi III DPRD HSU dari Fraksi PPP, H. Fathurrahim, menyebut bahwa pemotongan dana transfer merupakan tantangan nasional yang harus disikapi secara adaptif melalui perencanaan yang matang.
“Kami tidak mengalami kendala berarti karena telah melakukan penyesuaian anggaran pada masing-masing instansi. Ini bisa berjalan berkat koordinasi internal yang baik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kunjungan ini tidak hanya membahas isu fiskal, tetapi juga menjadi momentum mempererat kerja sama antar daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan berintegritas. (Redk-2)












