Pemko Palangka Raya Perluas Pembangunan dapur SPPG

PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Sebagai upaya mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus memperluas pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Perluasan SPPG itu bukan sekadar hanya di kawasan perkotaan, namun dapur MBG ini disiapkan untuk menjangkau wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) sehingga layanan MBG bisa dirasakan lebih merata.

“Selama ini dapur SPPG di wilayah kota masih menjadi tulang punggung pelaksanaan program MBG. Namun ke depan, pemko mulai memberi perhatian lebih pada daerah 3T yang membutuhkan pendekatan dan skema layanan berbeda,” kata Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini, Minggu (25/1/2026).

Lebih lanjut Zaini merincikan, berdasarkan data terbaru, dapur SPPG di wilayah perkotaan Palangka Raya berjumlah 25 titik. Dari jumlah tersebut, 24 dapur sudah beroperasi, sementara satu dapur lainnya masih dalam tahap perbaikan.

Selanjutnya Pemko Palangka Raya sudah mulai menyiapkan dapur SPPG khusus di wilayah 3T. Total terdapat 16 titik dapur yang semuanya dirancang untuk menjangkau masyarakat di luar wilayah perkotaan.

“Jadi, untuk wilayah 3T, Pemko Palangka Raya menyiapkan 16 titik dapur SPPG yang berada di luar dapur reguler perkotaan,” jelasnya.

Dari jumlah tersebut, 15 titik dapur SPPG 3T telah selesai dibangun dan siap memasuki tahap operasional. Sementara satu titik lainnya masih dalam proses pencarian lokasi layak bangun.

Lebih dalam Zaini menjelaskan, bahwa dapur SPPG di wilayah 3T memiliki skema layanan yang berbeda dibandingkan dapur di dalam kota, terutama dari sisi kapasitas penerima manfaat.

“Salah satu perbedaanya yaitu untuk di dalam kota penerima MBG bisa lebih dari 2.000 orang. Sedangkan di wilayah 3T jumlahnya bervariasi, sekitar 100 sampai 800 penerima, tapi tetap harus kita layani secara optimal,” ujar Zaini.

Selebihnya jelas wakil wali kota, guna menjamin keamanan pangan, maka seluruh dapur SPPG diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi sebelum beroperasi.

“Pemko memastikan setiap dapur telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan terus diawasi oleh Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *