Pahandut Masuk Zona Merah Narkoba, DPRD Desak Penindakan Tegas

PALANGKA RAYA,KALTENGKITA.COM – Hasil survei terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palangka Raya menunjukkan bahwa Kelurahan Pahandut dikategorikan sebagai wilayah paling berbahaya terkait peredaran narkoba. Sementara enam kelurahan lainnya masuk dalam status waspada, yakni Kelurahan Mangku Baru, Petuk Barunai, Panjehang, Bereng Bengkel, Kanarakan, dan Sei Gohong.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua II Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Syaufwan Hadi, menyatakan keprihatinannya terhadap situasi yang semakin mengkhawatirkan. Ia menilai, peredaran narkoba kini tak lagi mengenal usia dan golongan.

“Baik anak sekolah, masyarakat biasa, orang tua hingga anak muda, semua sudah mulai terindikasi sebagai pengguna atau bahkan terlibat dalam jaringan pengedar. Ini situasi yang tidak bisa dibiarkan,” tegas Syaufwan, belum lama ini.

Ia mendesak agar Pemerintah Kota Palangka Raya bersinergi dengan BNN dan aparat penegak hukum untuk mengambil langkah tegas dan konkret dalam memberantas narkoba di seluruh wilayah kota.

“Tanpa tindakan serius, peredaran narkoba akan makin sulit dikendalikan. Dampaknya pun bisa sangat luas: merusak generasi muda dan memicu angka kriminalitas,” tambah politisi PAN itu.

Syaufwan juga menekankan pentingnya edukasi dan pencegahan melalui sosialisasi intensif kepada masyarakat mengenai bahaya narkoba. Menurutnya, pencegahan sama pentingnya dengan penindakan.

“Kami dorong agar sosialisasi dilakukan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan sekolah dan kawasan rawan narkoba. Masyarakat juga harus dilibatkan agar bersama-sama bisa memerangi ancaman ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia meminta agar penindakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu terhadap semua pihak yang terlibat dalam jaringan narkoba, baik pengguna, pengedar, maupun bandar.

“Pemberantasan harus menyeluruh. Kalau tidak tegas, jaringan narkoba akan terus berkembang dan merusak sendi-sendi sosial,” tegasnya lagi.

Syaufwan pun mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan berani melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.

“Ini bukan hanya tugas aparat atau pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus ikut bergerak. Kalau kita diam, narkoba akan terus merajalela,” tutupnya. (Redk-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *