DPRD Palangka Raya Dorong Pengembangan Rotan Lokal

PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mendorong Pemerintah Kota untuk lebih serius dalam mengembangkan sektor kerajinan rotan lokal. Menurutnya, rotan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Dayak yang harus dilestarikan dan diberdayakan secara berkelanjutan.

“Kerajinan rotan adalah warisan budaya yang tumbuh bersama masyarakat Kalimantan. Ia bukan hanya hasil karya tangan, tetapi juga simbol jati diri dan kearifan lokal yang mencerminkan nilai-nilai budaya kita,” ujar Sri Ani, Kamis (3/7/2025).

Sri Ani menilai, potensi rotan di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya sangat besar, baik dari sisi bahan baku maupun keterampilan pengrajin. Namun, potensi itu belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal karena masih minimnya dukungan konkret dari pemerintah.

“Produk rotan kita memiliki kekhasan, nilai seni tinggi, dan ramah lingkungan. Jika dikelola secara serius, kerajinan ini bisa menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya memperkuat ekonomi lokal, tapi juga membawa nama Palangka Raya ke pasar nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha kerajinan rotan merupakan bentuk nyata komitmen dalam melestarikan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat. Sri Ani berharap program pemberdayaan yang digulirkan tidak berhenti di tataran seremonial, melainkan berorientasi pada hasil dan keberlanjutan.

“Pelestarian budaya tidak bisa dilepaskan dari pemberdayaan ekonomi masyarakatnya. Jika para perajin diberi dukungan modal, pelatihan, dan akses pemasaran yang baik, maka budaya itu akan terus hidup melalui karya mereka,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah menjadikan kerajinan rotan sebagai bagian dari strategi ekonomi kreatif daerah, dengan melibatkan berbagai pihak seperti komunitas, UMKM, dan generasi muda.

“Rotan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga peluang masa depan. Sudah saatnya Palangka Raya menjadikan kerajinan rotan sebagai ikon budaya sekaligus motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *