PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Pemerintah Kota Palangka Raya menegaskan bahwa penguatan Industri Kecil Menengah (IKM) merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Sosialisasi Pengenalan Fasilitas Kepabeanan bagi pelaku IKM yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) di aula instansi setempat, Selasa (2/12/2025).
Plt Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palangka Raya, Samsul Rizal, mengatakan bahwa Pemkot terus mendorong penguatan pelaku IKM agar mampu berkembang dan berdaya saing, termasuk melalui peningkatan kesiapan mereka menembus pasar ekspor. “Pemerintah Kota Palangka Raya menempatkan penguatan IKM sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi daerah yang harus didukung penuh,” tegasnya.
Menurut Samsul, IKM memegang peranan vital dalam menjaga dinamika ekonomi daerah karena secara langsung berkontribusi membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat struktur ekonomi lokal. Oleh karena itu, pemerintah memastikan bahwa pengembangan IKM dilakukan melalui pendekatan komprehensif, termasuk peningkatan kapasitas, fasilitasi perizinan, hingga perluasan akses pasar.
Sosialisasi fasilitas kepabeanan yang digelar hari itu menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sektor IKM. Fasilitas tersebut dinilai mampu membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk memasuki perdagangan internasional melalui kemudahan ekspor, efisiensi biaya logistik, serta pengurangan hambatan administrasi.
“Masih banyak IKM yang belum memahami fasilitas kepabeanan. Dengan pemahaman yang lebih baik, mereka bisa memanfaatkan kemudahan ekspor seperti pembebasan bea masuk atau penyederhanaan perizinan, sehingga produk IKM Palangka Raya dapat lebih kompetitif di pasar global,” jelasnya.
Samsul berharap, upaya ini membuat pelaku IKM lebih percaya diri untuk naik kelas dan memasarkan produk mereka ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa peningkatan ekspor IKM bukan hanya memberi dampak pada omzet pelaku usaha, tetapi juga menambah sumber devisa daerah dan memperkuat citra produk lokal.
“Semoga pelaku IKM di Kota Palangka Raya semakin siap melangkah ke pasar ekspor. Penguatan sektor ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (*)













