PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan optimistis bahwa angka kemiskinan dapat terus ditekan melalui kerja sama yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program penanggulangan kemiskinan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Yohn Benhur G. Pangaribuan menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus meningkatkan koordinasi dan turun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi ekonomi warga di tingkat paling dasar.
“Dengan kerja sama yang solid, kita optimistis angka kemiskinan ke depan dapat ditekan. Yang penting, setiap perangkat daerah harus turun langsung ke lapangan untuk memahami kondisi riil masyarakat,” ujarnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Kota Palangka Raya pada 2025 mencapai 3,62 persen, meningkat dari 3,52 persen pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini, kata Benhur, harus menjadi alarm bagi seluruh instansi agar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang ada.
“Kita tidak boleh hanya berfokus pada penyerapan anggaran, tetapi memastikan bahwa setiap program benar-benar menurunkan angka kemiskinan,” tegasnya, Rabu (3/12/2025).
Benhur menjelaskan bahwa berbagai faktor turut mempengaruhi kondisi kemiskinan di daerah, mulai dari melemahnya daya beli masyarakat, perubahan kondisi ekonomi global, hingga ketimpangan akses layanan dasar antarwilayah. Keterbatasan air bersih, rendahnya tingkat pendidikan, serta minimnya pendapatan keluarga juga menjadi indikator yang memperburuk kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat intervensi berbasis data yang akurat dan terintegrasi. Validitas data, menurutnya, akan memastikan bantuan sosial maupun program pemberdayaan benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.
“Mulai hari ini, seluruh perangkat daerah harus bekerja dengan data yang benar, mutakhir, dan terintegrasi. Jangan sampai bantuan salah sasaran atau tidak menyentuh warga yang benar-benar membutuhkan,” ucapnya.
Selain bantuan sosial, Pemerintah Kota Palangka Raya juga akan memperluas program pemberdayaan ekonomi. Penguatan UMKM dan peningkatan keterampilan masyarakat dinilai sebagai langkah jangka panjang yang mampu menambah pendapatan keluarga dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan konsumtif.
Dengan sinergi yang lebih kuat, Pemko Palangka Raya berharap angka kemiskinan dapat ditekan secara konsisten dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. (*)













