PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin melalui Plt Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra, Yohn Benhur G. Pangaribuan meminta seluruh camat di Kota Palangka Raya untuk merumuskan strategi penanganan kemiskinan yang sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing. Hal ini disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Palangka Raya, Rabu (4/12/2025).
Benhur menegaskan bahwa kemiskinan tidak dapat ditangani dengan pendekatan seragam, mengingat setiap kecamatan memiliki tantangan yang berbeda-beda. “Penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan dengan satu rumusan yang sama. Setiap kecamatan memiliki tantangan berbeda yang memengaruhi kemampuan masyarakat untuk keluar dari jerat kemiskinan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa tujuan utama dari berbagai program pengentasan kemiskinan adalah menciptakan masyarakat yang sejahtera dan mandiri. “Yang kita inginkan adalah masyarakat sejahtera, bukan ketergantungan jangka panjang. Karena itu, program bantuan harus diiringi dengan pemberdayaan,” tambahnya.
Benhur menjelaskan bahwa distribusi penduduk miskin di Palangka Raya tidak merata. Kondisi kemiskinan lebih dominan terjadi di wilayah-wilayah rural yang masih menghadapi kendala infrastruktur, terbatasnya akses layanan dasar, serta lemahnya kapasitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ia menekankan perlunya kebijakan yang lebih kontekstual sesuai kebutuhan tiap kecamatan.
Ia mencontohkan berbagai tantangan di wilayah pinggiran, seperti minimnya peluang kerja, rendahnya keterampilan warga, hingga belum optimalnya pemasaran produk UMKM lokal. Untuk mengatasi ini, para camat diminta memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait agar solusi yang disusun dapat tepat sasaran dan lebih efektif.
Selain itu, penanganan kemiskinan juga harus memperhitungkan aspek kesehatan dan pendidikan. Kondisi rumah tidak layak huni, keterbatasan akses air bersih, serta rendahnya tingkat pendidikan masyarakat diyakini menjadi faktor yang memperpanjang lingkaran kemiskinan di sejumlah kawasan.
Benhur turut menekankan pentingnya percepatan integrasi program perlindungan sosial agar masyarakat miskin benar-benar mendapatkan dukungan yang mampu mendorong mereka keluar dari kondisi rentan. Ia berharap Rakor ini dapat melahirkan langkah konkret yang dapat diterapkan baik pada tahun berjalan maupun tahun mendatang.
“Kita ingin setiap camat benar-benar memahami kondisi masyarakatnya dan menyusun strategi yang paling relevan untuk wilayahnya. Dengan cara itu, upaya penanggulangan kemiskinan akan lebih optimal,” pungkasnya. (*)













