MUARA TEWEH, KALTENGKITA.COM – Ketua Komisi II DPRD Barito Utara, H. Taufik, menilai program inovatif Kepak Batara yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Barito Utara merupakan langkah strategis dan selaras dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menghadapi tekanan inflasi.
“Program seperti Kepak Batara sangat dibutuhkan. Komisi II melihat penguatan ketahanan pangan keluarga sebagai solusi nyata untuk menekan dampak inflasi di tingkat rumah tangga,” ujarnya baru-baru ini.
Karena dinilai strategis, H. Taufik menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan DPRD siap memberikan dukungan, baik dari sisi pengawasan maupun kebijakan.
“Keberhasilan Kepak Batara sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat, baik melalui kelompok tani, PKK, maupun komunitas lokal lainnya,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menyatakan bahwa gejala inflasi yang mulai dirasakan masyarakat menjadi perhatian serius. Melalui program Kepak Batara, Pemkab berupaya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga agar gejolak harga tidak langsung berdampak pada ekonomi keluarga.
Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi dinamika ekonomi nasional. Menurutnya, Kepak Batara dirancang sebagai strategi untuk mendorong kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar.
“Kepak Batara adalah strategi kita untuk memampukan keluarga memenuhi kebutuhan dasarnya secara mandiri, sehingga gejolak harga pangan tidak langsung memukul kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Dukungan serupa juga disampaikan Wakil Bupati Barito Utara, Felis Sonadie Y. Tingan, bersama Sekretaris Daerah Drs. Muhlis. Keduanya menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk melibatkan berbagai komponen masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Proyek Perubahan PKN I, Hery Jhon Setiawan, menjelaskan bahwa Kepak Batara dirancang untuk membangun fondasi ekonomi keluarga yang kuat dan berkelanjutan.
“Kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan pangan adalah kunci. Jika ketergantungan terhadap pasar menurun, maka inflasi tidak akan mudah menekan pengeluaran rumah tangga,” jelasnya.
Melalui sinergi pemerintah, DPRD, dan masyarakat, Kepak Batara diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terciptanya keluarga yang mandiri, kuat, dan lebih tangguh menghadapi tekanan ekonomi. (*)














