PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah di Kota Palangka Raya kembali menjadi sorotan. Sejumlah siswa masih menyampaikan keluhan terkait variasi menu yang disajikan dalam program tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Jati Asmoro, menilai hal itu merupakan hal yang wajar. Menurutnya, setiap anak memiliki selera berbeda terhadap makanan yang mereka terima.
“Namanya anak-anak, ada yang suka ada yang tidak. Kalau suka pasti berkomentar. Tidak mungkin setiap hari menunya sama,” ujarnya.
Meski demikian, Jati menegaskan bahwa tim gizi sudah menyiapkan metode pengaturan menu mingguan hingga harian agar tetap memenuhi standar gizi yang dibutuhkan siswa. DPRD juga terus mendorong adanya evaluasi berkala agar kualitas penyajian makanan semakin baik.
“Semua kekurangan akan diperbaiki, mulai dari isian, tahapan penyajian hingga menunya. Pemantauan juga terus dilakukan, termasuk menerima masukan langsung dari siswa,” tambahnya.
Selain soal menu, Jati turut menyoroti keberadaan dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG). Saat ini sudah ada lima dapur yang beroperasi di Kota Palangka Raya. Ke depan, jumlahnya akan ditambah sesuai dengan zona sekolah, terutama di wilayah jauh dari pusat kota seperti Rakumpit dan Tangkiling.
“Untuk daerah yang jauh dari kota, penyediaan makanan masih melibatkan pihak ketiga. Namun, seleksi tetap dilakukan dengan kriteria khusus sesuai standar dapur MBG,” jelasnya. (Redk-2)












