MUARA TEWEH.KALTENGKITA.COM – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyoroti serius keluhan masyarakat terkait kondisi memprihatinkan Jembatan Patake di Kelurahan Tumpung Laung II. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut telah menjadi perhatian khusus DPRD dan perlu segera ditangani agar warga dapat menikmati akses jembatan yang aman dan layak.
Tajeri mengungkapkan bahwa masalah ini sebenarnya telah lama dibahas di internal DPRD. Bahkan, ia bersama dinas teknis sudah turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi jembatan yang kini hanya mengandalkan struktur darurat tersebut.
“Jembatan ini sudah beberapa kali diusulkan dan sudah ditinjau langsung oleh Dinas PUPR saat kami ke lapangan,” tegas Tajeri.
Menurutnya, jembatan darurat yang saat ini digunakan sudah tidak memadai untuk aktivitas warga, terutama kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan harian. Karena itu, ia menilai penggantian total jembatan dengan konstruksi baja merupakan langkah yang paling tepat dan berkelanjutan.
Meski demikian, Tajeri menyayangkan belum adanya tindakan konkret dari Dinas PUPR Barito Utara. Padahal, menurutnya, kemampuan anggaran daerah memungkinkan pembangunan jembatan tersebut.
“Apa yang menjadi alasan Dinas PUPR sampai sekarang tidak mengindahkan keluh kesah masyarakat, saya kurang paham. Sepengetahuan saya, APBD kita tersedia,” ujarnya dengan nada kritis.
Ia menegaskan bahwa perjuangannya sebagai wakil rakyat tidak hanya terbatas pada wilayah pemilihannya, melainkan seluruh masyarakat Barito Utara, terutama terkait infrastruktur dasar yang berdampak pada mobilitas dan ekonomi warga.
“Besar harapan saya, pemerintah daerah melalui Dinas PUPR segera meninjau kembali kondisi jembatan tersebut dan mengalokasikan anggarannya dalam APBD 2026,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Tajeri menyatakan keyakinannya bahwa Bupati Barito Utara mampu menuntaskan persoalan Jembatan Patake.
“Saya yakin dan percaya kepada Bupati Barito Utara pasti bisa. Apalagi beliau memiliki latar belakang pendidikan teknik dan pengalaman sebagai mantan Kadis PUPR Provinsi Kalimantan Tengah,” pungkas Tajeri. (Redk-2)












