PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Sengkon, mendesak Pemerintah Provinsi Kalteng untuk fokus pada pengembangan sektor ekonomi non-ekstraktif sebagai langkah strategis untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan jangka panjang.
Sengkon mengakui bahwa sektor ekstraktif, seperti pertambangan, kehutanan, dan perkebunan, masih menjadi andalan utama bagi perekonomian Kalteng. Namun, ia menekankan bahwa ketergantungan pada sektor-sektor tersebut membawa risiko besar bagi keberlanjutan ekonomi provinsi ini di masa depan.
“Ketergantungan pada sektor ekstraktif menyimpan risiko besar bagi masa depan Kalteng. Kita harus berani mendiversifikasi ekonomi dengan menggali potensi sektor lain yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (17/12/2024).
Sengkon menyebutkan sektor pariwisata sebagai salah satu yang memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi baru. Dengan kekayaan alam dan budaya lokal yang dimiliki, sektor pariwisata dinilai dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan daerah.
Selain pariwisata, Sengkon juga menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi digital dan industri kreatif. Menurutnya, sektor ini memiliki peluang besar untuk berkembang, menciptakan lapangan kerja, dan menarik investasi, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Ekonomi digital dan industri kreatif memiliki peluang besar untuk berkembang. Jika kita bisa memanfaatkannya dengan baik, sektor-sektor ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian Kalteng,” jelas Sengkon.
Untuk merealisasikan pengembangan sektor-sektor non-ekstraktif ini, Sengkon mengajak pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan iklim usaha yang kondusif. Ia juga menekankan pentingnya penyediaan infrastruktur yang memadai agar sektor-sektor baru ini dapat berkembang dengan optimal.
“Saya berharap langkah-langkah ini akan meningkatkan daya saing Kalteng di tingkat nasional dan internasional, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kalteng,” pungkas Sengkon.














