Hari Guru 2025: Tajeri Soroti Kesenjangan Fasilitas dan Honor Guru di Daerah Terpencil

MUARA TEWEH,KALTENGKITA.COM– Dalam momentum peringatan Hari Guru, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, H. Tajeri, menyampaikan apresiasi dan penghormatan mendalam kepada seluruh guru di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengabdian guru merupakan fondasi penting yang telah melahirkan para pemimpin dan penyelenggara negara, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Tajeri menilai peran guru sangat mulia karena menjalankan tugas mencerdaskan generasi penerus bangsa meski harus menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan. Sebagai wakil rakyat, ia merasa berkewajiban memperjuangkan nasib masyarakat, termasuk para pendidik, terutama mereka yang bertugas di daerah pedalaman dan desa terpencil.

Salah satu keluhan utama yang menjadi sorotannya adalah minimnya infrastruktur pendidikan. Mulai dari keterbatasan rumah dinas, sarana prasarana sekolah, hingga akses transportasi yang layak—semuanya masih menjadi tantangan besar bagi guru di daerah-daerah terluar.

“Rumah dinas guru, sarana prasarana, transportasi para guru, terkhusus yang bertugas di pedalaman atau desa terpencil, ini sangat perlu diperhatikan,” tegas Tajeri

Selain itu, honorarium guru yang belum memadai juga turut menjadi persoalan krusial. Meski kesejahteraan belum sepenuhnya terpenuhi, Tajeri mengakui para guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam mencerdaskan anak bangsa.

“Honor atau gaji yang tidak memadai, tetapi para guru tetap rela mengabdi mendidik anak bangsa,” ujarnya.

Di tengah tuntutan era digital, akses komunikasi dan jaringan internet juga menjadi hambatan bagi sekolah-sekolah di wilayah tanpa konektivitas. Guru membutuhkan dukungan teknologi agar pelaporan dan administrasi berbasis daring dapat berjalan lancar.

“Sekolah di desa yang tidak ada jaringan komunikasi, para guru meminta agar diberikan alat pengada jaringan internet seperti Starlink dan sejenisnya,” jelasnya.

Tajeri menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat. Ia berharap berbagai persoalan yang disuarakan dapat menemukan solusi agar guru dapat bekerja lebih nyaman dan profesional.

“Kita semua, baik itu presiden, menteri, para jenderal, gubernur, bupati/wali kota, sampai camat dan perangkat negara, tidak akan bisa seperti sekarang tanpa didikan para guru,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Tajeri turut mendoakan seluruh guru di Indonesia. Ia berharap setiap ilmu yang diberikan mendapat balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa, dan kesejahteraan guru dapat terus meningkat agar masa depan pendidikan Indonesia semakin gemilang. (Redk-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Terkait