PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan bahwa stabilnya pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya dalam beberapa tahun terakhir memberikan kontribusi besar terhadap penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi kota ini tercatat berada di atas rata-rata sejumlah daerah lain di Kalimantan Tengah, sehingga membuka lebih banyak ruang kerja dan peluang usaha bagi masyarakat.
Zaini menjelaskan bahwa berbagai program strategis yang dijalankan Pemerintah Kota Palangka Raya, seperti penguatan UMKM, bantuan sosial terarah, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta pelatihan tenaga kerja, telah menjadi fondasi penting dalam menekan angka kemiskinan.
“Pendekatan kita tidak hanya karitatif, tetapi juga produktif, yakni mendorong warga untuk naik kelas dan memperkuat kemandirian ekonomi,” ujar Zaini, Minggu (30/11/2025).
Dalam upaya meningkatkan efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan, Pemkot Palangka Raya turut memperbarui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Kolaborasi dengan kelurahan, RT/RW, dan berbagai lembaga sosial juga terus diperkuat untuk memastikan setiap program benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Zaini berharap tren positif ini dapat terus dipertahankan, sejalan dengan komitmen pemerintah kota dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memperluas lapangan kerja. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.
“Kita ingin seluruh masyarakat merasakan hasil pembangunan. Dengan kerja bersama, saya yakin Palangka Raya dapat semakin memperkuat posisinya sebagai kota dengan kualitas hidup terbaik di Kalteng,” katanya.
Berdasarkan data BPS, Palangka Raya kini tercatat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah kedua dari 13 kabupaten dan satu kota di Kalimantan Tengah. Persentase penduduk miskin berada pada angka 3,52 persen, berada tepat di bawah Kabupaten Lamandau.
Sementara itu, jumlah penduduk Kota Palangka Raya tercatat sebanyak 315.153 jiwa. Zaini menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pemerintah dalam memperluas akses ekonomi serta memperkuat layanan dasar bagi masyarakat.
“Angka kemiskinan 3,52 persen menunjukkan bahwa berbagai program nyata yang kita jalankan memberi dampak. Ini buah dari kerja kolektif, bukan hanya pemerintah, tetapi juga dukungan masyarakat dan dunia usaha,” pungkasnya. (*)














