MUARA TEWEH,KALTENGKITA.COM— Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H. Tajeri, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Utara atas langkah cepat merespons keluhan masyarakat terkait tingginya harga elpiji 3 kilogram (kg) di tingkat pengecer. Menurutnya, respons tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjawab keresahan warga yang sudah berlangsung cukup lama.
Tajeri menegaskan bahwa meskipun Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah ditetapkan pemerintah daerah, praktiknya ketentuan tersebut masih sering diabaikan pengecer. Ia meminta Pemkab bertindak lebih tegas agar harga elpiji kembali sesuai aturan di lapangan.
“Harapan saya, pasar penyeimbang ini dilakukan setiap hari dengan titik lokasi berbeda. Dengan begitu, harga elpiji 3 kg bisa kembali sesuai HET yang sebenarnya,” ujarnya, Jumat (28/11).
Menurut Tajeri, upaya pengendalian harga merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Sebagai wakil rakyat, ia menegaskan komitmennya mendukung penuh langkah-langkah pemerintah untuk menstabilkan harga elpiji.
“Saya mendukung penuh upaya tersebut. Saya mengajak semua pihak untuk bergerak. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?” tegasnya.
Sebagai realisasi pengendalian harga, Pemkab Barito Utara telah menggelar pasar penyeimbang di dua lokasi strategis: halaman Kantor Kecamatan Teweh Tengah dan halaman Kampus STIE Muara Teweh. Kegiatan ini juga dilaksanakan serentak di sembilan kecamatan pada Jumat (28/11), guna memastikan masyarakat mendapatkan elpiji 3 kg dengan harga terjangkau.
Politisi Partai Gerindra itu menyatakan keyakinannya bahwa Bupati Barito Utara mampu menyelesaikan persoalan elpiji tersebut, selama didukung kemauan politik yang kuat. Ia juga menekankan perlunya koordinasi dengan aparat penegak hukum agar tindakan tegas dapat diberikan kepada pihak yang melanggar aturan harga.
“Masalah elpiji 3 kg ini sebenarnya mudah, jika pemerintah benar-benar ingin menertibkannya,” tegasnya.
Tajeri juga menyoroti pentingnya fungsi pengawasan DPRD dijalankan secara maksimal. Ia menyampaikan apresiasi kepada perwakilan PT Pertamina wilayah Kalimantan Tengah yang dinilainya selalu responsif ketika dihubungi.
Respons cepat itu terlihat ketika ia meminta pelaksanaan pasar penyeimbang dan Pertamina langsung menindaklanjutinya. Begitu pula saat terjadi kelangkaan BBM beberapa waktu lalu. Pertamina memberikan penjelasan mengenai kendala pasokan dari pusat, kondisi yang juga terjadi di beberapa wilayah Kalimantan.
Tajeri bersyukur karena pasokan BBM kini mulai berangsur normal. Ia berharap komunikasi baik dan koordinasi antara Pemkab, DPRD, dan Pertamina terus terjaga untuk menjaga stabilitas kebutuhan energi masyarakat. (Redk-2)










