Petani di Trinsing Raup Ratusan Ribu per Hari, Anggota DPRD Barito Utara Turun Tangan Beri Dukungan!

MUARA TEWEH,KALTENGKITA.COM-Anggota Komisi II DPRD Barito Utara, Ardianto, melakukan peninjauan langsung ke lahan hortikultura milik seorang petani lokal, Bapak El, di Desa Trinsing. Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap pengembangan sektor hortikultura yang semakin memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pedesaan.

Bapak El merupakan salah satu petani hortikultura yang cukup berhasil di wilayah tersebut. Ia mengembangkan berbagai jenis tanaman sayur dan buah, mulai dari terong, timun, kacang buncis, kacang panjang, pepaya, hingga beberapa komoditas lainnya. Berkat ketekunan dan pengelolaan lahan yang optimal, ia mampu meraih pendapatan hingga ratusan ribu rupiah per hari dari hasil penjualan sayuran dan buah segar kepada pedagang dan masyarakat setempat.

Ardianto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan petani tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Bapak El menjadi bukti konkret bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Pak El yang mampu memanfaatkan lahan dengan optimal. Dari berbagai tanaman hortikultura seperti terong, timun, kacang-kacangan hingga pepaya, beliau bisa menghasilkan pendapatan ratusan ribu per hari. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian masih menjadi sumber ekonomi yang kuat dan menjanjikan,” ujar Ardianto.

Ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Barito Utara akan terus mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian. Dukungan itu mencakup penyediaan bibit, pupuk, teknologi pertanian, serta pelatihan untuk meningkatkan kapasitas petani.

“Keberhasilan seperti ini harus ditopang oleh dukungan pemerintah. Jika petani dibantu dengan fasilitas dan pendampingan yang memadai, maka hasil pertanian di Barito Utara dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk terus meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi lokal melalui sektor hortikultura. (Redk-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *