KALTENGKITA.COM-Konvo yang merupakan representasi resmi komunitas pengguna vape mendukung program APPNINDO sebagai komunitas industri rokok elektrik di tahun 2022 ini.
Hal itu diungkapkan Ketua KONVO Hokkop Situngkir dan Ketua Umum APPNINDO Roy Lefrans, dalam webinar yang diselenggarakan oleh RELX Indonesia bersama dengan dua lembaga tersebut yang berjudul “Cigarette VS e-Cigarette” di Jakarta.
Dalam webinar tersebut, Roy mengatakan, pada 2022 ini APPNINDO akan melakukan fokus pada beberapa hal yang juga akan didukung oleh Konvo. Di antaranya meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat akan kategori Rokok Elektrik (RE) dan Hasil Pengolahan Tembakau lainnya (termasuk memberikan advokasi perbedaan karakteristik dan profil risikonya).
Baca juga:
KONVO Minta Produsen Vape Jangan Mikirin Untung Semata
“Kenapa tidak mau membuka diri bahwa sudah ada pengganti rokok konvensional yang adalah sebuah evolusi untuk masyarakat yang ingin beralih bahkan berhenti merokok. Agar terjadi penggunaan rokok elektrik yang bertanggung jawab perlu dua regulasi yang penting dan berkesinambungan, yakni mampu mencegah pengguna dibawah 18 tahun, serta menjamin akses informasi akurat dan perlindungan bagi perokok dewasa,” ujarnya.
Pernyataan Roy didukung oleh Hokkop sebagai perwakilan dari para konsumen rokok elektrik bahwa memang informasi terkait vaping sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia, termasuk informasi mengenai kualitas dari rokok elektrik itu sendiri.
Dalam webinar tersebut, Yudhistira Eka Saputra, General Manager RELX Indonesia, menjelaskan bagaimana perbedaan dari rokok tembakau dengan rokok elektrik. Pembakaran rokok tembakau membutuhkan suhu diatas 650 derajat celcius, dan pada saat pembakaran tercipta banyak bahan-bahan berbahaya yang selanjutnya dapat menimbulkan penyakit.














