DPRD Dukung Program GENTING, Dorong Penanganan Stunting di Palangka Raya Secara Menyeluruh

PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Program Gerakan Penanganan Stunting Terintegrasi (GENTING) yang diluncurkan di Kota Palangka Raya mendapat apresiasi tinggi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dan nyata dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai bahwa GENTING mencerminkan semangat gotong royong dalam mengatasi persoalan gizi anak di daerah.

“Kami sangat mengapresiasi hadirnya program GENTING, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, salah satunya melalui skema orang tua asuh bagi bayi di bawah dua tahun (baduta) yang mengalami stunting. Ini bentuk kepedulian nyata yang menggerakkan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Arif, Selasa (1/7/2025).

Menurutnya, penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan intervensi gizi, tetapi perlu dilakukan dengan pendekatan holistik yang mencakup aspek kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan keluarga.

“Intervensi gizi memang penting, namun tidak cukup. Kualitas tempat tinggal juga menjadi faktor kunci agar anak bisa tumbuh dengan sehat dan optimal,” tambahnya.

Arif menilai bahwa program-program perumahan seperti cicilan rumah murah dan bedah rumah dapat menjadi pelengkap dalam strategi penanganan stunting. Dengan meningkatkan kualitas hunian keluarga rentan, maka upaya menekan prevalensi stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

“Pendekatan lintas sektor perlu terus dikedepankan. Program perumahan, sanitasi, pendidikan, dan kesehatan harus berjalan seiring agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmen DPRD untuk terus mendukung kebijakan pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi keluarga prasejahtera.

“Program GENTING ini menjadi contoh baik sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kami berharap langkah seperti ini dapat terus diperkuat agar Palangka Raya benar-benar bebas dari stunting,” tutup Arif. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *