Dewan Apresiasi Kinerja Pemko, Inflasi Palangka Raya Terkendali di Bawah Rata-rata Nasional

PALANGKA RAYA, KALTENGKITA.COM – Pemerintah Kota Palangka Raya dinilai berhasil menjaga stabilitas laju inflasi di daerah agar tetap terkendali. Berdasarkan data per Agustus 2025, tingkat inflasi Kota Palangka Raya tercatat sebesar 1,85 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 2,31 persen.

Capaian ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua I Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Hap Baperdu, yang menilai bahwa kondisi tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat karena harga kebutuhan pokok masih berada pada tingkat yang relatif stabil.

“Alhamdulillah, inflasi kita lebih rendah dari angka nasional. Ini menandakan bahwa harga kebutuhan pokok di Palangka Raya masih dalam kondisi terkendali. Pemerintah kota perlu terus memperkuat langkah-langkah strategis agar capaian positif ini dapat terus dipertahankan,” ujarnya, Senin (15/9/2025).

Menurut Hap, salah satu tantangan utama dalam menjaga kestabilan harga adalah panjangnya rantai distribusi barang kebutuhan pokok. Ia mendorong agar pemerintah memastikan pasokan tetap aman dan distribusi berjalan lancar untuk mencegah terjadinya lonjakan harga di pasar.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antar pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, petani, hingga pelaku UMKM. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang, harga yang stabil, serta pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pengendalian inflasi tidak hanya tentang menjaga harga agar stabil, tetapi juga bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika harga stabil, daya beli masyarakat terjaga, dan roda ekonomi pun ikut berputar,” jelasnya.

Hap juga mendorong agar kebijakan pengendalian inflasi disertai dengan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat kecil, seperti pasar murah, subsidi transportasi bahan pangan, dan pemberdayaan petani lokal.

“Harapan kita adalah masyarakat merasa tenang, harga kebutuhan tetap terjangkau, stok barang aman, dan aktivitas ekonomi berjalan lancar. Inilah esensi utama dari pengendalian inflasi di daerah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *