MUARA TEWEH,KALTENGKITA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Barito Utara, Patih Herman AB, menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat pemerintah daerah dalam menangani stunting. Namun, ia menekankan bahwa upaya ini harus dibarengi dengan sinergi nyata antarperangkat daerah dan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami di DPRD sangat mendukung percepatan penurunan stunting. Tetapi harus ada sinergi nyata, berkelanjutan, dan menyeluruh antara perangkat daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta peran aktif pemerintah desa. Tanpa itu, target sulit tercapai,” ujar Patih Herman di Muara Teweh.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap intervensi gizi dan edukasi masyarakat harus terus diperkuat. Hal ini penting agar bantuan dan program benar-benar tepat sasaran.
“Jangan hanya ramai di rapat, tapi minim implementasi di lapangan. Semua pihak harus turun tangan. Kita bicara masa depan anak-anak Barito Utara dan generasi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Patih Herman berharap rapat koordinasi percepatan penurunan stunting dapat menjadi momentum untuk menyatukan komitmen dan menyusun strategi yang lebih terarah, terukur, dan konsisten.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Barito Utara telah menggelar Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Aula Bappeda Litbang, Kamis (18/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah serius pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
Penjabat (Pj) Bupati Barito Utara, Indra Gunawan, melalui Sekda Muhlis, menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan investasi penting untuk mewujudkan SDM unggul dan berdaya saing.
Pemerintah daerah juga telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting dan meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pengendalian Penduduk, KB, dan P3A, untuk menjalankan program strategis mulai dari pendampingan calon pengantin, ibu hamil, ibu pascapersalinan, anak usia 0–59 bulan, hingga pemberian makanan tambahan bagi keluarga berisiko stunting. (Redk-2)














